Kepemimpinan

Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat. Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistis, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi. Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dikenal kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik. Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan visi, misi ke dalam kegiatan operasional

program studi. Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam organisasi perguruan tinggi. Kepemimpinan publik berkaitan dengan kemampuan menjalin kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik.

Pola kepemimpinan dalam Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan Semarang (SETIA WS) sebagai berikut :

Sistem kepemimpinan SETIA-WS mengembangkan pola kebersamaan dalam koridor demokrasi. Pola ini menjiwai seluruh kegiatan, mulai dari perumusan program kerja sampai pelaksanaan dan pelaporannya. Sistem kepemimpinan SETIA-WS merupakan acuan bagi semua jurusan dan atau program studi dalam menyusun sistem kepemimpinannya.

Kepemimpinan SETIA WS memiliki kemampuan menjabarkan visi dan misi ke dalam kegiatan operasional sekolah tinggi karena pembuatan visi dan misi SETIA WS melibatkan seluruh elemen yang ada di SETIA WS sehingga mendapat dukungan penuh dari semua pihak.

Kepemimpinan SETIA WS memiliki organisasi yang kuat, karena semua pimpinan SETIA WS dipilih berdasarkan kompetensi, kemampuan psikologis, integritas dan memiliki jiwa leadership yang tinggi. Pimpinan SETIA WS memahami dan melaksanakan statuta SETIA WS dan bekerja berdasarkan organisasi, tata kerja sekolah tinggi serta memiliki uraian jabatan, kinerja dan prosedur operasional serta mekanisme pemilihan pimpinan.

Untuk memenuhi harapan masyarakat, pengembangan sekolah tinggi disesuaikan dengan aspirasi dan tuntutan masyarakat pengguna lulusan (madrasah/sekolah, pengadilan agama, kantor urusan agama dan masyarakat keagamaan) yang selalu bergerak maju menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Agar pelaksanaan kerja dapat berlangsung dengan efektif, SETIA WS telah memiliki job deskripsi serta standar operasional prosedur (SOP). Selain itu berbagai kebijakan penting sekolah tinggi juga didasarkan pada Surat Keputusan ketua. Sosialisasi mekanisme kerja dilakukan melalui rapat-rapat koordinasi maupun kegiatan lainnya seperti workshop, diskusi ilmiah yang dilakukan sesuai kebutuhan. Dengan struktur organisasi dan mekanisme kerja yang ada, diharapkan dapat mendorong partisipasi dan transparansi yang luas dikalangan civitas akademika.