Pendidikan Agama Islam

VISI, MISI DAN TUJUAN

Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta pihak-pihak yang dilibatkan.

Mekanisme Penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan Semarang dilakukan melalui Rapat Kerja yang dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 Januari 2018 di Hotel The Kusma Bandungan Kabupaten Semarang yang merupakan tindak lanjut dari Workshop dan Sosialisasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia bagi Dosen SETIA Walisembilan Semarang pada tanggal 2 – 3 April 2017 di Hotel Kartika Jimbaran, Bandungan Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut diikuti oleh :

– Pengurus Yayasan Al Jami’ah Al Masyhariyah Semarang
– Ketua SETIA Walisembilan Semarang
– Para Pembantu Ketua SETIA Walisembilan Semarang
– Ketua Jurusan SETIA Walisembilan Semarang
– Sekretaris Jurusan SETIA Walisembilan Semarang
– Kepala Bagian Tata Usaha SETIA Walisembilan Semarang
– Para dosen SETIA Walisembilan Semarang

Pada kegiatan tersebut menghasilkan keputusan tentang Rencana Induk Pengembangan SETIA Walisembilan Semarang tahun 2015 – 2023, visi, misi, tujuan dan sasaran masing – masing program studi di lingkungan SETIA Walisembilan Semarang, Pedoman Akademik SETIA Walisembilan Semarang, Pedoman Penyusunan Skripsi, dan Pengembangan kurikulum untuk masing – masing jurusan.

Visi
Visi Program Studi Pendidikan Agama Islam SETIA Walisembilan Semarang adalah: “Menjadi program studi yang mampu mencetak generasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang terampil dalam pendidikan dan pengajaran PAI, serta unggul dalam Pengembangan Ilmu Pendidikan dan Keguruan Tahun 2023. ”Visi Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam SETIA Walisembilan di atas telah diselaraskan dengan visi Sekolah Tinggi, yaitu; “Terwujudnya pusat kajian keislaman berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah dan pengembangan ilmu pendidikan dan kewirausahaan yang mandiri dan professional”.

Misi
Misi Program Studi Pendidikan Agama Islam SETIA Walisembilan adalah:
a. Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dalam Mempersiapkan Sarjana Agama yang professional di bidang pendidikan.
b. Mewujudkan pembelajaran dan pembiasaan dalam Pengembangan Ilmu – Ilmu Pendidikan.
c. Mewujudkan pembentukan karakter Islami yang mampu mengaktualisasikan diri dalam masyarakat.
d. Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme tenaga kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.
e. Menyelenggarakan tata kelola Program Studi PAI yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Misi Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam ini sudah selaras dengan Misi SETIA Walisembilan, yaitu;
a. Mempersiapkan Sarjana Agama yang professional
b. Mempersiapkan Sarjana Agama yang memiliki kedalaman ilmu keislaman berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah
c. Mempersiapkan Sarjana Agama yang beriman, dan bertaqwa, berakhlak karimah, dan berdedikasi tinggi terhadap masyarakat.

Tujuan
Tujuan Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam SETIA Walisembilan adalah;
a. Menghasilkan lulusan yang memiliki Ilmu Pendidikan Islam dan Keguruan serta mampu mengamalkannya dalam masyarakat.
b. Menghasilkan lulusan yang profesional, unggul, dan berdaya saing dalam bidang Pendidikan Agama Islam serta memiliki kedalaman aqidah dan berakhlakul karimah;
c. Menghasilkan riset dan karya ilmiah di bidang Pendidikan Agama Islam, ilmu pengetahuan dan berwawasan kearifan lokal berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah;
d. Menghasilkan karya pengabdian masyarakat yang aplikatif dan berdayaguna.

Tujuan Program Studi PAI ini sudah selaras dengan tujuan SETIA Walisembilan, yaitu;
a. Membantu melaksanakan program pemerintah dalam bidang pendidikan tinggi
b. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan
ilmu pengetahuan agama Islam dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah.
c. Membentuk sarjana muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, cakap, terampil, dan mandiri serta bertanggung jawab terhadap kehidupan agama,
kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sasaran dan Strategi Pencapaiannya
Untuk mencapai tujuan tersebut sasaran Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam SETIA Walisembilan adalah;
a. Terciptanya proses pendidikan dan pembelajaran pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran secara professional dan berkarakter pada setiap semester sehingga proses kegiatan akademik dapat dilaksanakan secara optimal;
b. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berupaya menyelenggarakan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia secara optimal;
c. Terciptanya lulusan yang handal, profesional dan memiliki daya saing dalam bidang Pendidikan Agama Islam;

Strategi pencapaian tujuan Program Studi Pendidikan Agama Islam SETIA Walisembilan Semarang adalah:
1. Terciptanya proses pendidikan dan pembelajaran pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran secara
professional dan berkarakter pada setiap semester sehingga proses kegiatan akademik dapat dilaksanakan secara optimal. Strategi pencapaianya melalui tahapan sebagai
berikut:
a. Pembiasaan budaya akademik yang professional dengan didasari nilai-nilai keislaman berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah dan berlandaskan suasana kampus Diniyah, Ilmiah dan Ukhuwah;
b. Menyusun kurikulum berbasis pada kebutuhan pengguna, oleh karena itu peninjauan kurikulum dilakukan minimal dua tahun sekali;
c. Mendistribusikan mata kuliah pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi professional dosen;
d. Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pembelajaran pada awal, tengah dan akhir semester.
e. melengkapi fasilitas pembelajaran, laboratorium, bahan pustaka, bahan praktikum dll.

2. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berupaya menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia secara optimal. Strategi pencapaiannya melalui tahapan sebagai berikut :
a. Membekali kemampuan dosen sebagai peneliti dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan bahan ajar, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
b. Memberikan kesempatan kepada dosen untuk mengikuti program hibah penelitian yang diselenggarakan oleh Litbang Kementerian Agama RI maupun Diktis.
c. Memberikan kesempatan kepada dosen untuk melakukan studi lanjut S2 dan S3 setiap tahun.
d. Memfasilitasi dosen untuk peningkatan jabatan fungsional.

3. Terciptanya lulusan yang handal, profesional dan memiliki daya saing dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Strategi pencapaianya :
a. Menjalin kerjasama dan kemitraan dengan dinas pendidikan dan kementrian agama kabupaten/kota atau provinsi dalam melakukan tridharma pendidikan Tinggi.
b. Menjalin kerja sama dan kemitraan dengan perguruan tinggi sejenis.
c. Menjalin kerjasama dengan lembaga pengguna lulusan dalam penyelenggaraan PPL setiap tahun.
d. Mengembangkan pelayanan pendidikan berbasis teknologi dengan membangun SIAKAD dan perpustakaan digital mulai tahun 2019.

 

SISTEM TATA PAMONG

Sistem tata pamong Prodi Pendidikan Agama Islam SETIA Walisembilan berjalan berdasarkan mekanisme yang secara umum telah diatur oleh SETIA Walisembilan. Mekanisme tersebut menyangkut tatacara pemilihan pimpinan,
etika dosen, etika tenaga kependidikan,etika mahasiswa, sistem penghargaan dan sanksi, serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, dan laboratorium). Selanjutnya, sistem tata pamong tersebut disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas Tata pamong tersebut menyangkut kebijakan dan strategi yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan terpilihnya pemimpin dan pengelola yang kredibel,serta terwujudnya sistem penyelenggaraan program studi yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan berasaskan pada prinsip-prinsip keadilan. SETIA Walisembilan memiliki sistem tata pamong yang baik (good governance) dengan mencerminkan kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab dan keadilan institusi perguruan tinggi.

a. Struktur Organisasi
– SETIA Walisembilan dipimpin oleh Seorang Ketua dibantu dua orang Pembantu Ketua, empat Ketua Jurusan, empat orang Sekretaris Jurusan;
– Dalam pelaksanaan Proses Belajar Mengajar dilaksanakan oleh Ketua Jurusan yang dibantu Sekretaris Jurusan;
– Dalam Pengelolaan Administrasi dilaksanakan oleh Kepala Bagian Tata Usaha yang dibantu oleh Kepala Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Sub Bagian Keuangan, dan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian serta terdapat beberapa staf dalam setiap Sub Bagian;
– Struktur Organisasi Pimpinan SETIA Walisembilan ini merupakan standarisasi bagi semua jurusan dalam menyusun struktur dan mekanisme kerja;

b. Kepemimpinan
Sistem kepemimpinan di SETIA Walisembilan mengembangkan pola kebersamaan dalam koridor demokrasi. Pola ini menjiwai seluruh kegiatan, mulai dari perumusan program kerja sampai pelaksanaan dan pelaporannya. Sistem kepemimpinan SETIA Walisembilan merupakan acuan bagi jurusan dan atau program studi dalam menyusun sistem kepemimpinannya.

c. Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja Pimpinan dan Staf di SETIA Walisembilan merupakan pedoman dasar bagi semua jurusan dalam menyusun mekanisme kerja. SETIA Walisembilan dipimpin oleh seorang Ketua yang bertugas menyusun program kebijakan dan pengembangan serta melaksanakan program kerja sama antar Perguruan Tinggi. Operasionalisasi program, Ketua SETIA Walisembilan dibantu oleh Pembantu Ketua bidang akademik dan kemahasiswaan dan Pembantu Ketua bidang administrasi, Keuangan dan personalia.
Kemudian dalam teknis kerja harian para pimpinan dibantu oleh seorang Ka. Bag. Tata usaha dan Ka. Bag. Tata Usaha dibantu oleh tiga Ka. Sub. Bag. yaitu Ka. Sub. Bag. Akademik dan Kemahasiswaan, Ka. Sub. Bag.Umum dan Ka. Sub. Bag. Keuangan. Pada masing-masing Ka. Sub. Bag. memiliki beberapa staf karyawan, sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan keahliannya.

d. Mekanisme Koordinasi Pimpinan
Para pimpinan SETIA Walisembilan , Kepala Bagian, dan Kepala Sub.Bag., memiliki jalur mekanisme tertentu sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya. Prosedur mekanisme kordinasi pimpinan kepada Ka. Bag. dan Ka. Sub. Bag. adalah sebagai berikut :

– Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Policy Ketua, dijabarkan oleh Pembantu Ketua I menjadi program kerja, kemudian dilaksanakan oleh Ka.Sub.Bag. Akademik dan Kemahasiswaan. Pengadministrasian bidang akademik dan kemahasiswaan di atur oleh Ka. Bag.TU dan dikerjakan oleh Ka.Sub Bag. Akademik dan Kemahasiswaan.

– Bidang Administrasi, Keuangan dan Personalia, Policy Ketua, dijabarkan oleh Pembantu Ketua II menjadi program kerja, kemudian dilaksanakan oleh Ka.Sub.Bag.Keuangan dan Ka.Sub.Bag.Umum. Pengadministrasian bidang ini dilaksanakan oleh Ka.Bag.TU dan dibantu oleh Ka. Sub Bag.Umum. Mekanisme yang sebagaimana tersebut di atas, berlaku secara langsung untuk semua jurusan yang ada di SETIA Walisembilan.

e. Mekanisme Pengambilan Keputusan dan Kebijakan
Pengambilan keputusan dan kebijakan, ditentukan berdasarkan rapat pimpinan dan ditindaklanjuti dengan rapat senat. Mekanisme demikian ini dilaksanakan dalam pengambilan keputusan tentang hal-hal yang berkenaan dengan rencana pengembangan jurusan, pengembangan program maupun program studi dan rencana pengembangan konsentrasi keilmuan. Sedangkan pengambilan keputusan yang bersifat teknis seperti penugasan dosen, pengangkatan dosen baru dan lain sebagainya cukup ditempuh melalui rapat pimpinan tanpa melalui persetujuan rapat senat.

f. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dilaksanakan oleh para Pembantu Ketua, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Pembantu Ketua I melakukan monitoring pelaksanaan bidang akademik dan kemahasiswaan. Pembantu Ketua II melakukan motitoring bidang administrasi, keuangan dan personalia. Evaluasi program kerja dilaksanakan setiap akhir tahun akademik, sedangkan evaluasi kerja dan kinerja pimpinan dan staf dilaksanakan setiap akhir bulan.

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

 

KEPEMIMPINAN

Sistem kepemimpinan di SETIA Walisembilan mengembangkan pola kebersamaan dalam koridor demokrasi. Pola ini menjiwai seluruh kegiatan, mulai dari perumusan program kerja, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Sistem kepemimpinan SETIA Walisembilan Semarang merupakan acuan bagi jurusan dan atau program studi dalam menyusun sistem kepemimpinannya. Sebagai implementasi dari sistem kepemimpinan demokrasi yang dijiwai dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah, maka prinsip keterbukaan dan transparan dalam menjalankan kepemimpinan dalam akuntabilitasnya selalu terjaga pada semua hal dan terpola dalam sistem manajemen yang pengelolaannya dijabarkan dalam bentuk sistem informasi managemen. Pola ini diterapkan untuk menjaga keseimbangan pemberlakuan sistem reward and punishment, menjamin suasana kerja yang kondusif dan kompetisi yang sehat sehingga memungkinkan tumbuhnya semangat dan motivasi internal bagi pengembangan kemampuan dan keterampilan serta pengembangan karier.

Prinsip transparansi ini ditetapkan di Jurusan agama Islam dengan harapan untuk membentuk persepsi yang sama sehingga menumbuhkan sikap kepedulian para pengelola untuk menjalankan visi dan misi dengan spirit yang sama, mulai dari Ketua sampai dengan seluruh karyawan. Sistem kepemimpinan SETIA Walisembilan merupakan acuan untuk pengembangan dan penjabaran semua bagian maupun semua tingkat kepemimpinan dan unit kerja dalam menerapkan sistem kepemimpinannya. Untuk memperlancar dan mengatur administrasi Program Studi Pendidikan Agama Islam, dilakukan oleh Tata Usaha (TU). Pengambilan keputusankeputusan yang bersifat strategis, dilakukan oleh Ketua Program Studi/ Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan dengan pertimbangan Ketua. Sedangkan teknis pengelolaan Laboratorium, dan Perpustakaan dipimpin oleh Kepala Laboratorium dan Kepala Perpustakaan.

Untuk memperlancar koordinasi antara Pimpinan Program Studi/Jurusan, Laboratorium, dan Tata Usaha (TU) Pendidikan Agama Islam, maka diadakan rapat rutin untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengevaluasi program dan kegiatan di lingkungan Jurusan. Hal ini berpengaruh terhadap sistem dan mekanisme kerja yang dilaksanakan secara transparan dan dialogis, sehingga meningkatkan kinerja pengelolaan jajaran yang ada di Jurusan dalam rangka merealisasikan visi, menjalankan misi, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan

 

SISTEM PENGELOLAAN

Pengolalaan program studi di lingkungan Program Studi/ Jurusan Pendidikan Agama Islam meliputi dosen, staf  dministrasi, fasilitas dan sarana pendukung. Untuk merealisasikan visi, misi dan tujuan yang telah dicanangkan, Program Studi di lingkungan Program Studi/ Jurusan Pendidikan Agama Islam memiliki tenaga edukatif (dosen) yang cukup dan berkualitas. Dari segi kuantitasnya Program Studi PAI memiliki 34 dosen tetap dan 9 dosen tidak tetap. Dari segi kualitasnya, komposisi jenjang pendidikan dosen tetap adalah yang berpendidikan S.2 dan berpendidikan S3.

Sedangkan profil dosen tidak tetap Program Studi di lingkungan ini dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori; pertama, adalah dosen-dosen di lingkungan SETIA Walisembilan maupun Perguruan Tinggi lain di kota Semarang yang diangkat oleh program studi karena keahliannya dibutuhkan oleh Program Studi. Tenaga Pendukung/Pegawai yang dimiliki oleh Program Studi untuk mendukung kelancaran pengelolaan terdiri dari 12 orang pegawai tetap dan 2 staf perpustakaan yang direkrut dan diangkat oleh Ketua SETIA – WS.
Perkuliahan diselenggarakan di gedung sendiri milik SETIA Walisembilan lengkap dengan fasilitas perpustakaan, laboratorium komputer, fasilitas akses internet, auditorium, ruang seminar, ruang-ruang diskusi kelompok mahasiswa, Jumlah ruang perkuliahan memadai dan proporsional, tata ruang gedung representatif, tenang, sehingga sangat mendukung kegiatan perkuliahan.

Kualitas perpustakaan secara terus menerus akan dikembangkan melalui penambahan jumlah dan judul buku yang recent dan relevan dengan kajian Studi Islam. Sistem layanan yang tidak berbelit belit. Di samping itu, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan berbagai jurnal sebagai bahan bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian keilmuan dan keIslaman.

Administrasi perpustakaan menggunakan pelayanan computerized. Fasilitas komputer selalu diusahakan menggunakan spesifikasi sesuai dengan perkembangan. Untuk memperluas wawasan global bagi mahasiswa, disediakan fasilitas akses internet. Fasilitas ini diharapkan juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan download jurnal, artikel, email dan akses lain. Prasarana Program Studi/ Jurusan Pendidikan Agama Islam dilengkapi dengan satu Auditorium dengan kapasitas 200 peserta dan dua ruang seminar dengan kapasitas daya tampung masing-masing 100 peserta, dilengkapi AC, media data display (LCD). Ruang seminar, ruang-ruang diskusi kelompok disediakan sebagai sarana penunjang kegiatan akademik.

Fasilitas tersebut diupayakan pada kondisi yang representatif. Dengan fasilitas ini, diharapkan iklim diskusi, seminar, presentasi akan menjadi “budaya” akademik bagi mahasiswa, sehingga upaya program studi untuk menghasilkan Sarjana Pendidikan Islam yang berkualitas dapat tercapai.

 

PENJAMINAN MUTU

Penjaminan mutu program studi PAI dengan melaksanakan beberapa usaha, meliputi : melalui proses rekrutmen dosen, melalui bimbingan akademis dan bimbingan non-akademis, melalui pengawasan kinerja dosen, peningkatan kualitas dosen.
a. Rekrutmen Dosen
Rekrutmen dosen didasarkan pada kebutuhan keahlian tenaga pengajar dengan memperhatikan kualifikasi tingkat pendidikan minimal Strata Dua (S.2) serta kemampuan non akademik lainnya;

b. Bimbingan Akademis dan Non Akademis
Pengelolaan mutu akademik dilakukan melalui bimbingan kepada mahasiswa yang berhubungan dengan aspek akademis (kurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler) dan bimbingan non-akademis. Bimbingan akademis diberikan terutama dalam kegiatan perkuliahan seperti: pemberian konsultasi akademik, pembuatan tugas-tugas perkuliahan, membimbing diskusi-diskusi, membimbing penelitian, micro teaching, praktik pengalaman lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), penulisan skripsi dan lain-lain. Adapun bimbingan yang bersifat ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler berbentuk bimbingan konseling, bimbingan pendalaman Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Mahasiswa juga mendapat bimbingan Bahasa Indonesia, terutama yang berkaitan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain bimbingan bahasa, mahasiswa juga diberikan layanan bimbingan teknis tentang pencarian buku dan referensi baik secara manual maupun melalui media internet. Sedangkan bimbingan non-kademik diberikan kepada mahasiswa dalam bentuk bimbingan karier, membantu kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam bidang sosial, ekonomi, maupun problem individu dan kejiwaan lainnya

c. Pengawasan Kinerja Dosen
Pengawasan kinerja dosen dilakukan dengan cara memonitor pelaksanaan perkuliahan yang dilakukan oleh dosen dan melalui angket yang berisi Instrument Indeks Kinerja Dosen (IKD) yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh dosen. Komponen yang dijadikan indikator keberhasilan dosen dalam melaksanakan tugasnya adalah meliputi :
– Kompetensi Paedagogik
– Kompetensi Profesional
– Kompetensi Kepribadian, dan
– Kompetensi Sosial

d. Peningkatan Kualitas Dosen
Untuk meningkatkan kualitas Dosen ditempuh melalui penugasan untuk mengikuti studi lanjut, mengadakan diskusi dosen secara rutin, mengikuti : Seminar, Workshop, ketrampilan mengajar bagi dosen dalam bentuk PAK, dan sebagainya. Beberapa kegiatan tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai jaminan bahwa kualitas para dosen di lingkungan Program Studi Pendidikan Agama Islam benar-benar memiliki kompetensi bidang keguruan yang tinggi.