Sistem Pengelolaan

Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup planning, organizing, staffing, leading, controlling, serta operasi internal dan eksternal. Sistem pengelolaan Sekolah Tinggi serta ketersediaan Renstra dan Renop.

Rencana Pengembangan
– Melakukan perencanaan terhadap Grand Design pengembangan SETIA Walisembilan Semarang berupa penyusunan Rencana Induk Pengembangan SETIA WS yang berlaku selama 10 (sepuluh) tahun. (terlampir)
– Melakukan perencanaan terhadap implementasi Rencana Induk Pengembangan dalam Rencana Strategis SETIA Walisembilan Semarang berlaku selama 8 (delapan) tahun.
– Melakukan perencanaan terhadap Garis Besar Operasi yang kemudian disebut Rencana Operasi SETIA Walisembilan Semarang yang berlaku selama 4 (empat) tahun.

Pengorganisasian
Pengorganisasian di SETIA Walisembilan Semarang dilaksanakan secara rinci.

Staffing
Penataan Staf di SETIA Walisembilan Semarang dilaksanakan berdasarkan pada kompetensi dan kemampuan personal.

Leading
Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam sebuah lembaga, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat. Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, Borang Institusi SETIA WS, Akreditasi PS PAI 2018 13 dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi. Sistem kepemimpinan di SETIA-WS mengembangkan pola kebersamaan dalam koridor demokrasi. Pola ini menjiwai seluruh kegiatan, mulai dari perumusan program kerja sampai pelaksanaan dan pelaporannya. Sistem kepemimpinan SETIA-WS merupakan acuan bagi semua jurusan dan atau program studi dalam menyusun sistem kepemimpinannya.

Monitoring
Monitoring dilaksanakan oleh para Pembantu Ketua, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Pembantu Ketua I melakukan monitoring pelaksanaan bidang akademik dan kemahasiswaan. Pembantu Ketua II melakukan monitoring bidang administrasi, keuangan dan kepegawaian. Evaluasi program kerja dilaksanakan setiap akhir tahun akademik, sedangkan evaluasi kerja dan kinerja pimpinan dan staf dilaksanakan setiap akhir bulan. Sistem tata pamong telah berjalan secara efektif melalui mekanisme yang ada, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam program studi.

Operasi Internal
Tanggungjawab pelaksanaan internal di SETIA Walisembilan Semarang dilaksanakan oleh para Pembantu Ketua dan Ketua Jurusan.

Operasi Eksternal
Tanggungjawab pelaksanaan eksternal di SETIA Walisembilan Semarang dilaksanakan oleh Ketua.

a. Sistem pengelolaan institusi perguruan tinggi dilaksanakan sebagai berikut:

Pengawasan pelaksanaan pembelajaran di SETIA Walisembilan Semarang dilaksanakan oleh pengurus yayasan bidang Pendidikan.

Pegambilan Kebijakan strategis dan pengembangan SETIA Walisembilan Semarang dilaksanakan oleh Senat SETIA WS

Pegambilan Kebijakan rutin dan operasional SETIA Walisembilan Semarang dilaksanakan oleh pimpinan SETIA WS

Pelaksana kegiatan akademik dilaksanakan oleh Pembantu Ketua I, yang dalam bidang pendidikan dan pembelajaran dibantu Ketua Jurusan dan dalam bidang administrasi dibantu Kepala Bagian Tata Usaha dan Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Penyelenggara bidang pendidikan dan pengajaran di SETIA WS telah mengacu dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan bidang pendidikan dan pengajaran serta relevansi kurikulum yang mendorong berkembangnya kemampuan spiritual, emosional, intelektual dan sosial, maka ditempuh melalui : 1) melanjutkan program yang meningkatkan kualitas pembelajaran dan peningkatan intelektual, 2) mengaitkan proses dan materi pembelajaran dengan nilai-nilai ketuhanan, kebangsaan dan kemandirian yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah; 3) mengadakan lesson studi.

Pelaksana kegiatan keuangan dilaksanakan oleh Pembantu Ketua II, dibantu Kepala Bagian Tata Usaha dan Sub Bagian keuangan. Sistem keuangan dikelola oleh kepala sub bagian keuangan yang berkoordinasi dengan pembantu ketua II yang membidangi bagian keuangan. Pola penganggaran dan kegiatan disusun melalui rencana kegiatan dan anggaran untuk kemudian menjadi rencana kegiatan dan anggaran tahunan dengan mengacu renstra SETIA WS. Anggaran diharapkan akan menjadi daya dorong bagi pencapaian tujuan organisasi dan dikelola dengan transparan. Upaya ini direncanakan secara sistematis dan dituangkan dalam dokumen Rentra SETIA WS.

Pelaksana kegiatan administrasi dan kepegawaian dilaksanakan oleh Pembantu Ketua II, dibantu Kepala Bagian Tata Usaha dan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

Pelaksana kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari Ketua, sekretaris dan staff Penyelenggaraan bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah mengacu dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh SETIA WS. Untuk mengembangkan bidang penelitian, sasaran strategis yang dilakukan : 1) Meningkatkan kuantitas, kualitas dan relevansi penelitian dosen terkait dengan perkembangan iptek dan model pembelajaran yang berorientasi kebutuhan masyarakat, 2) meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian yang dilakukan mahasiswa.

Pelaksana Pengelolaan Sumber Belajar yang terdiri dari Perpustakaan dan Laboratorium Praktek dilaksanakan oleh Unit Pengelolaan Sumber Belajar yang terdiri dari Ketua, sekretaris dan staff.

Pelaksana Penjaminan Mutu dilaksanakan oleh Unit Penjamin Mutu yang terdiri dari Ketua, sekretaris dan staff.

b. Program peningkatan kompetensi manajerial untuk menjamin proses pengelolaan yang efektif dan efisien disetiap unit.
Pelatihan pengembangan kompetensi manajerial dilaksanakan secara terstruktur dan berkesinambungan yang diikuti oleh personal yang telah memenuhi syarat.

c. Diseminasi hasil kerja perguruan tinggi sebagai akuntabilitas publik. dilaksanakan dengan menggunakan lima bidang kebijakan dasar di SETIA WS yaitu : 1) Bidang pengembangan pendidikan dan pengajaran/kuliah, 2) Bidang pengembangan penelitian, 3) Bidang PPM (Pengembangan Pengabdian Masyarakat), 4) Bidang pengembangan Kemahasiswaan, dan 5) Bidang kelembagaan.

d. Sistem audit internal dilaksanakan oleh pengurus yayasan al Jamiah al Masyhariyah Semarang. Pengurus yayasan memiliki kewenangan audit dalam bidang pengembangan pendidikan dan pengajaran/perkuliahan dan bidang pengembangan penelitian serta kewenangan audit dalam bidang pengembangan pengabdian pada masyarakat, bidang pengembangan kemahaiswaan dan bidang kelembagaan.

e. Sistem audit eksternal SETIA Walisembilan Semarang dilakukan bersifat kondisional dengan kerjasama mitra yang ditunjuk oleh pengurus yayasan al Jamiah al Masyhariyah dalam bidang tertentu, misalnya bidang manajemen pengelolaan pendapatan dan belanja di SETIA Walisembilan Semarang.